Pages

Pages

Pages

Tuesday, April 10, 2018

Posisi Kedudukan Hadis Di Samping Al-Qur'an

Assalamu’alaikum wr. wb.
Hai sahabat beragama se Iman dan se Taqwa dan tentunya saudara se Islam dimanapun kalian berada, semoga kita selalu diberikan oleh Allah Swt rahmat dan karunianya agar hati kita selalu merasa damai dan tentram untuk menempuh jalan yang bernama kehidupan ini.
Dan marilah kita bersama sama mengucapkan  dan mensanjung sajikan shalawat bertangkaikan Salam kepada Nabi Muhammad SAW dan juga kepada sanak saudara serta para Sahabat yang telah berjuang keras dan mengorbankan banyak nyawa untuk menegakkan kalimat ” La Ilaha Illallah Muhammadur Rasulullah ” .
Pada kesempatan kali ini, saya akan mengangkat Judul Posisi Kedudukan Hadis Di Samping Al-Qur’an , semoga ini dapat bermanfaat untuk antum/antuna semua.

  1. Apa Itu Hadis? Dan Apa Itu Al-Qur’an?
Sebelum saya membahas materi pokok alangkah baiknya saya menjelaskan tentang apa itu Hadis dan Al-Qur’an terlebih dahulu, walaupun saya yakin sebagian besar umat Islam sudah tau tentang apa itu Hadis dan Al-Qur’an tapi tetap saja pasti ada salah satu orang diantara saudara kita yang juga muslim akan tetapi ia tidak tau tentang hal itu yang merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Kenapa saya berani mengatakan itu? Karena saya sudah pernah melihat salah seorang dari saudara kita yang juga beragama Islam akan tetapi ia buta akan Islam itu sendiri.
kenapa? Bagaimana ia tidak buta? Ada sebuah kejadian Ketika Teman saya sebut saja I bertanya kepada teman saya yang satu lagi sebut saja T, si I ini bertanya kepada si T dengan niat untuk menguji si T, yang ditanyakan si I adalah “berapa jumlah Rukun Iman dan sebutkan satu persatu!“, kemudian si T menjawab “Rukun Iman ada 5, yang pertama percaya kepada Allah, yang kedua ….. “ si T ini berhenti menjawab dan dahinya mengerut kebiasaannya ketika berpikir, sekitar 2 menit kemudian si T ini kembali menjawab dengan jawaban yang membuat saya dan temen temen saya yang ada di situ tercengang, Bagaimana tidak? Si T ini berkata “ Aku Tidak Tau “, Astagfirullah saya tidak tau penyebab T ini menjadi buta akan wawasannya tentang Islam sehingga ia tidak tau menahu tentang Rukun Iman yang merupakan keteguhan hati seorang Muslim tapi kita doakan saja semoga si T ini kedepannya menjadi lebih baik, yang saya maksud buta disini adalah tidak tau apa apa atau kekurangan wawasan tentang Islam itu, bukan buta dalam artian kecacatan tidak dapat melihat indahnya dunia.
Kembali ke topik pembahasan.
a. Pertama, Al-Qur’an adalah Wahyu dan Kalam Allah disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. melalui Jibril untuk diteruskan kepada umat manusia di dunia ini. Al-Qur’an juga merupakan sumber hukum Islam yang pertama. Jika kita membaca Al-Qur’an maka ketenangan dan kedamaian hati pun akan datang, tidak hanya ketenangan dan kedamaian hati, kita juga akan memperoleh 10 kebaikan di setiap huruf yang kita baca, dan masih banyak lagi hikmah yang bisa kita peroleh ketika membaca Al-Qur’an, beberapa diantaranya :
  • Membaca Al-Qur’an secara beramai ramai di masjid akan disaksikan oleh para Malaikat dan Allah akan menyebut nyebut mereka kepada para malaikat
Ada sebuah hadis yang mengatakan jika kita mengikuti pengajian di masjid maka para malaikat akan menyaksikan kita dan Allah akan menyebut nyebut nama dan membanggakan kita kepada para malaikat yang lainnya, hadisnya adalah sebagai berikut :
“ Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk mempelajari Kitabullah (Al Qur-an), melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. “ (HR. Muslim)
Subhanallah, sewaktu kita dipuji oleh guru karena mendapatkan ranking satu dan sewaktu kita mendapatkan penghargaan ketika memenangkan sesuatu lalu nama kita disebut sebut saja rasanya sudah sangat membanggakan, apa lagi kalau Allah sang pencipta kita yang membanggakan kita kepada ciptaannya yang lain, Subhanallah sungguh penghargaan yang tiada duanya.

  • Membaca Surah Al Baqarah bisa melindungi kita dari Syaiton dan gangguannya.
Dalam hadis dikatakan jika kita membaca surat Al Baqarah maka kita akan terhindar dengan yang namanya sihir dan para syaiton akan lari dari rumah yang sudah dibacakan surat Al Baqarah
” Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaithan itu akan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah “. (HR. Muslim)
” Bacalah surat Al-Baqarah, karena membacanya akan mendatangkan berkah dan meninggalkannya berarti kerugian. Tukang sihir tidak akan bisa berbuat jahat kepada pembacanya ”. (HR. Muslim)
Nah bagi antum/antuna yang tidak ingin rumahnya menjadi sarang syaiton maka perbanyaklah membaca surah Al Baqarah, menurut yang saya dengar dari guru pengajian saya, ketika kita tidur dan tidak membaca doa apapun atau tidak mengibaskan tempat tidur terlebih dahulu sebelum kita tidur maka syaiton akan ikut tidur bersama kita, apa antum/antuna semua mau tidur bareng sama syaiton?, sebaliknya jika kita membaca doa sebelum tidur atau membaca Al Qur’an ( Surat Al Fatihah, Al Falaq 3x, Al Ikhlas 3x, An Nas 3x, Ayat Kursi, 2 Terakhir surah Al Baqarah ) sebelum tidur maka Allah akan mengutus 2 orang malaikat untuk menjaga kita ketika tidur.

Masih banyak hikmah yang bisa kita dapatkan ketika dan setelah membaca Al-Qur’an, mungkin nanti saya akan menuliskan artikel tentang Manfaat membaca Al-Qur’an bagi kehidupan dunia dan akhirat.

b. Kedua, Al Hadis yaitu segala sesuatu yang diberitakan dari Nabi SAW. baik berupa sabda, perbuatan, taqrir, sifat-sifat maupun hal ihwal Nabi dan merupakan sumber hukum kedua bagi umat Islam setelah adanya Al-Qur’an.
Dalam kasus hadis, timbul sebuah pertanyaan yang muncul di kepala saya, dan juga sempat saya tanyakan kepada teman saya “ Apa bedanya Hadis dengan Sunnah? “, dan teman saya menjawab “ Hadis adalah pengertiannya secara khusus dan Sunnah adalah umumnya “, jujur saya bingung dengan jawaban teman saya yang kurang memuaskan dan tanpa penjelasan, yang khususnya dimana? Dan yang umumnya dimana?, entah saya yang bodoh karena tidak paham apa maksudnya atau memang teman saya yang bodoh karena kurangnya penjelasan yang diberikannya, atau memang saya dan teman saya yang bodoh.
Dan pertanyaan itu akhirnya terjawab ketika saya membaca sebuah buku yang berjudul Ulum Al Hadis karya Dr. Badri Khaeruman M.Ag. pada halaman ke 65.
Sunnah itu sama dengan hadis. Hadis dan sunnah hanya dapat debedakan dalam hal bahwa hadis konotasinya adalah segala peristiwa yang dinisabkan kepada Nabi SAW. Walaupun hanya sekali beliau mengucapkannya, walaupun diriwayatkan oleh perseorangan saja. Adapaun sunnah adalah sesuatu yang diucapkan atau dilaksanakan oleh Nabi SAW. terus menerus, dinuklilkan dari masa ke masa dengan jalan mutawatir. Nabi SAW. melaksanankannya beserta para sahabat, kemudian oleh para tabi’in dan generasi berikutnya sampai pada masa masa berikutnya menjadi pranata sosial dalam kehidupan umat Islam.

  1. Apa Posisi Kedudukan Hadis Di Samping Al-Qur’an?
Setelah kita mengetahui apa itu Al-Qur’an dan apa itu Hadis lalu kembali muncul sebuah pertanyaan “ Apa guna atau fungsi hadis setelah adanya Al-Qur’an yang merupakan kitab Allah yang sempurna? Bagaimana dan apa kedudukan Hadis disamping adanya Al-Qur’an itu? “, saya akan mencoba menjawab pertanyaan itu dari referensi yang saya temukan dan wawasan yang saya miliki.
  1. Apa Guna dan Fungsi Hadis Terhadap Al-Qur’an?

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan fungsi Hadis terhadap Al-Qur’an itu meliputi 3 pokok, yaitu :

  • Menguatkan dan menegaskan hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an.
  • Menguraikan dan merincikan yang global (mujmal), mengkaitkan yang mutlak dan mentakhsiskan yang umum(‘am), Tafsil, Takyid, dan Takhsis berfungsi menjelaskan apa yang dikehendaki Al-Qur’an.
  • Menetapkan dan mengadakan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an. Hukum yang terjadi adalah merupakan produk Hadits/Sunnah yang tidak ditunjukan oleh Al-Qur’an. Contohnya seperti larangan memadu perempuan dengan bibinya dari pihak ibu, haram memakan burung yang berkuku tajam, haram memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.
Pendapat saya juga tidak jauh berbeda dari pendapat diatas, atau mungkin tidak berbeda sama sekali. Karena menurut saya fungsi adanya Hadis itu adalah untuk menjelaskan isi Al-Qur’an yang perkataannya bersifat umum atau susah untuk di pahami, contohnya ada sebuah ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk shalat tetapi didalam ayat tersebut tidak tertera harus berapa kali shalatnya dikerjakan, berapa jumlah raka’atnya dan tata cara shalatnya, lalu munculah sebuah hadis yang memperjelas tentang itu, yakni :
“Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.” (HR. Ahmad dan Al-Bukhari)
Setelah munculnya hadis tersebut umat Islam yang hidup dimasa Nabi Muhammad dulu mulai mengikuti bagaimana cara Nabi SAW mengerjakan shalat dan akhirnya sampai kepada masa kita saat ini yang juga masih mengikuti cara shalat Nabi Muhammad SAW dulu.

2. Apa Kedudukan Hadis di samping Al-Qur’an?
Tentang pertanyaan ini saya juga pernah membaca sebuah artikel yang berisikan jawaban dari pertanyaan tersebut, yakni :
“ kedudukan tertinggi adalah Al-Qur’an, sedangkan kedudukan Nabi berada diposisi setelah Al-Qur’an. Kedudukan beliau tidak bersumber dari penerimaan komunitas atas keberadaan Nabi sebagai seseorang yang mempunyai kekuasaan, tetapi kedudukan beliau diekspresikan melalui kehendak wahyu yang diturunkan Allah Swt. “
Maksud dari “Kedudukan Nabi“ dari pendapat diatas adalah kedudukan Hadis karena pengertian Hadis meliputi segala yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, bahkan diamnya Nabi juga dikatakan sebagai Hadis, jadi menurut opini saya Nabi adalah Hadis itu sendiri sedangkan Hadis adalah Nabi itu sendiri.
Dapat disimpukan juga bahwa kedudukan Hadis berada di posisi kedua setelah Al-Qur’an kemudian Ijma dan Qiyas yang berada di posisi ketiga dan keempat dalam sumber hukum Islam. Mungkin lain waktu jika Allah berkehendak saya akan menulis juga tentang Ijma dan Qiyas.
Mungkin hanya ini saja yang dapat saya paparkan, lebih dan kurang saya memohon maaf sebesar besarnya, saya juga memohon maaf apa bila ada kesalahan kata dalam tulisan saya, dan saya memohon maaf apa bila ada kesalahan pengetikan, penulisan hadis dll, karena yang benar hanya milik Allah semata dan saya hanya ciptaannya yang selalu memohon untuk mendapatkan karunia, rahmat serta pengampunannya. Satu lagi, semoga tulisan ini bermanfaat untuk antum/antuna semua. Akhir kata saya ucapkan,
wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.

No comments:

Post a Comment